Jumat, 04 Maret 2011

Manusia dan Masa Depan Agama*

Alimudin S.Pd.I**

Penemuan penemua ilmiah secara perlahan-lahan menyingkap tentang keberadaan manusia di alam semesta ini dan dapat merubah pandangan manusia tentang dunia agama di masa depan.

Hampir dapat dikatakan sebagain besar penduduk dunia yang beragama memandang keberadaan manusia dari belakang masa silam, segelintir ilmuwan melihat ke depan.

Menurut kesimpulan sebagian sarjana parapsikologi , manusia tidak hanya memilik tubuh fisik yang nyata, tetapi tubuh astral ( fluidal ) yang halus dan tidak kelihatan. Parapsikologi adalah ilmu yang menyelidiki gejala gejala alam yang tidak bisa ditanggkap oleh panca indera.

Sarjana kimia Carl Freiherr v Reichenbach (1788-1869 ) mengadakan 13.000 percobaan dengan 100 orang dikamar gelap selama 10 tahun. Ia berhasil membuktikan bahwa orang orang dalam kegelapan itu memancarkan sinar halus. Penelitian itu ditertawai orang, tetapi kemudian diperkuat oleh sarjana Prancis, Motandon ( 1927 ) dan de Rochas menegaskan tubuh astral merupakan tubuh primer yang mengatasi kematian.

Penelitian juga menemukan bahwa tubuh astral fludial bisa berada di luar tubuh fisik ( Hasler 134-138 ).

Adanya tubuh astral juga sudah diajarkan oleh Theophrastus Paracelsus ( 1493-1541 ) sarjana tersohor dalam bidang alam dan kedokteran. Kemudian Valentin Kirlian berhasil memotret sinar sinar yang keluar dari tubuh manusia. Dinamakannya aura. Pada tahun 1968, sarjana Rusia menerangkan bahwa semua makhluk berhayat memilik tubuh energetis yang disebut bioplasma.

Atas uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada kematian seseorang tubuh tidak dipisahkan dari jiwa secara mutlak. Tubuh fisik-ketat mati, sedangkan tubuh astral bersatu dengan jiwa dan hidup terus.

Penemuan penemuan ilmuwan ini tentunya akan menggeserkan berbagai dogma tentang kematian seseorang tidak ada lagi hubungan dengan fisik melainkan dipisahkan ke tempat tertentu di alam baqa sesuai dengan amal perbuatannya. Orang mati tidak berhubungan lagi dengan orang hidup, konsep ini tentu akan diuji kembali dengan penemuan penemuan di masa depan.

Teori Quantum yang diungkapkan oleh Max Planck (1858-1947 ) , Neil Borh ( 1885-1962 ) dan Wener Heisenberg ( 1901-1976 ) mengatakan Quantum adalah bagian elementer terkecil, bersiifat gelombang energi atau korpuskel.

Energi Quantum bukan linier memanjang sambung menyambung tetapi loncatan Quantum. Materi akhirnya tidak ketat, tetapi merupakan lingkaran daya dari bagian bagian energi terkecil. Faham fisika Quantum ini membuat penertian bahwa kematian tubuh ketat-fisik tidak tentu merupakan kematian manusia secara menyeluruh.

Oleh karena itu menurut sarjana astrofisika Arnold Benz, Zurich, masa depan dunia ( agama ) dan manusia terbuka dan tidak bisa dipastikan karena setelah penemuan terbaru dari sikap materi materi, ilmu alam mendekati nilai nilai rohani.

Akankah agama dimasa depan manusia meninggalkan dogma dogma masa lampau? Ini tentu sangat menentukan agama dan masa depan manusia. Mungkin hanya ilmuwan yang dapat mengungkapkan dunia dibalik kematian yang sebenarnya dari pada kaum agamawan. Sungguh ironis, manusia akan mengalami keguncangan iman jika masih terpaku dengan segala dogmatisme masa lampau
Sumber: community.siutao.com

* Penulis Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung Program Religious Studies

Tidak ada komentar:

Posting Komentar